Bukan serpihan jika itu utuh
Melebihi tintah yang mengering, dalam tiap goresan lengan putihmu
Sepertinya itu memang serpih
Yang akan menghilang tergerus angin.
Menelisik dan enggang merapatkan bola mata ini
Bukan,
Apa akhirnya hanya seperti ini ?
Selasa, 08 April 2014
Separut tegukan kemacetan jalan
Separut tegukan kemacetan jalan
matahari masi tetap bejalan dengan santainya memotong ikatan rangkap carbon dikulit orang tua ini.
Masi aku ingat beberapa hari kemarin dia telah melewati setengah abad dari umurnya. menembus lebih dari 60 km hanya untuk menjemputku. ini masi pukul 7 pagi, hanya berkata "Sudah?" dan kita berbalik,. . .
sepertinya aku sangat kejam.
Bukan sepertinya tapi memang, aku tau berapa jam harus menembus seluruh perjalanan ini dan dengan bodohnya semuanya selesai hanya dengan kata "kurang 1 cm "
dan semua berakhir.
matahari masi tetap bejalan dengan santainya memotong ikatan rangkap carbon dikulit orang tua ini.
Masi aku ingat beberapa hari kemarin dia telah melewati setengah abad dari umurnya. menembus lebih dari 60 km hanya untuk menjemputku. ini masi pukul 7 pagi, hanya berkata "Sudah?" dan kita berbalik,. . .
sepertinya aku sangat kejam.
Bukan sepertinya tapi memang, aku tau berapa jam harus menembus seluruh perjalanan ini dan dengan bodohnya semuanya selesai hanya dengan kata "kurang 1 cm "
dan semua berakhir.
Sabtu, 22 Maret 2014
Serpih
Jika kata adalah ungkapan rasa,
maka rasaku tak pernah terungkap, sebuah jejak embuh bertenger diantara sela-sela daun yang gugur dengan lembutnya. Melihat kenyataan kadang tak seperti yang ditulis pada lembar-lembar cerita dalam novel atau tak semuda saat kita menginginkan ini dan itu.
Seperti halnya saat kita mencintai seseorang yang tak pernah tau kalo kita menyukainya. Sering melihat foto profilnya, dan tersenyum getir saat itu bukan senyum dalam senandungmu.
atau
yang jauh lebih parah saat dia tak pernah tau sama sekali ada dia dalam jejak do'amu.
maka rasaku tak pernah terungkap, sebuah jejak embuh bertenger diantara sela-sela daun yang gugur dengan lembutnya. Melihat kenyataan kadang tak seperti yang ditulis pada lembar-lembar cerita dalam novel atau tak semuda saat kita menginginkan ini dan itu.
Seperti halnya saat kita mencintai seseorang yang tak pernah tau kalo kita menyukainya. Sering melihat foto profilnya, dan tersenyum getir saat itu bukan senyum dalam senandungmu.
atau
yang jauh lebih parah saat dia tak pernah tau sama sekali ada dia dalam jejak do'amu.
Langganan:
Komentar (Atom)