Senin, 23 Mei 2016

Kupu-kupu dalam perutku

23 May 2016

Hari ini,rasanya pertama kali aku benar-benar memberikan tanganku padamu
Lucu kupikir,
Seperti anak kecil yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.

Saat aku mengingat itu.
Rasanya seperti menelan banyak kupu-kupu dalam perutku.
Aku tidak dapat menjelaskannya
Rasanya aneh

Kadang saat aku benar-benar mengingat ini.
Ada perasaan yang membuatku takut
Aku hanya takut,

"Aku tak bisa bangun"





Selasa, 08 April 2014

Apa akhirnya hanya seperti ini ?

Bukan serpihan jika itu utuh
Melebihi tintah yang mengering, dalam tiap goresan lengan putihmu

Sepertinya itu memang serpih
Yang akan menghilang tergerus angin.
Menelisik dan enggang merapatkan bola mata ini 

Bukan,
Apa akhirnya hanya seperti ini ? 


 

Separut tegukan kemacetan jalan

Separut tegukan kemacetan jalan
matahari masi tetap bejalan dengan santainya memotong ikatan rangkap carbon dikulit orang tua ini.
Masi aku ingat beberapa hari kemarin dia telah melewati setengah abad dari umurnya. menembus lebih dari 60 km hanya untuk menjemputku. ini masi pukul 7 pagi, hanya berkata "Sudah?" dan kita berbalik,. . .
sepertinya aku sangat kejam.
Bukan sepertinya tapi memang, aku tau berapa jam harus menembus seluruh perjalanan ini dan dengan bodohnya semuanya selesai hanya dengan kata "kurang 1 cm "
dan semua berakhir.


Sabtu, 22 Maret 2014

Serpih

Jika kata adalah ungkapan rasa,

maka rasaku tak pernah terungkap, sebuah jejak embuh bertenger diantara sela-sela daun yang gugur dengan lembutnya. Melihat kenyataan kadang tak seperti yang ditulis pada lembar-lembar cerita dalam novel atau tak semuda saat kita menginginkan ini dan itu.

Seperti halnya saat  kita mencintai seseorang yang tak pernah tau kalo kita menyukainya. Sering melihat foto profilnya, dan tersenyum getir saat itu bukan senyum dalam senandungmu.

atau

yang jauh lebih parah saat dia tak pernah tau sama sekali ada dia dalam jejak do'amu.